Panjang adalah jarak antara dua titik di dalam ruang. Menurut satuan SI, besaran panjang dinyatakan dalam meter. Perlu diketahui bahwa lebar, tinggi, jarak, kedalaman, keliling, dan garis tengah juga merupakan besaran panjang.

Sebelum adanya kesepakatan penggunaan SI, standar satuan panjang internasional pertama adalah sebuah batang yang terbuat dari campuran platina-iridium yang disebut sebagi meter standar. Saat ini alat tersebut disimpan di International Bureau of Weights and Measures Paris, Perancis.

Pengunaan meter standar batang platina-iridium mengalami beberapa kendala yaitu sebagai berikut:

a. mudah rusak dan sukar untuk dibuat ulang

b. ketelitian pengukurannya tidak lagi memadai untuk ilmu pengetahuan dan teknologi modern.

Gambar 1. Standar Meter di Paris

Untuk memecahkan masalah tersebut, pada tahun 1960 para ahli fisika melakukan konferensi umum Berat dan Ukuran. Pada pertemuan tersebut diputuskan bahwa panjang 1 meter sama dengan 1.650.763,73 kali panjang gelombang pancaran sinar jingga merah dari atom Krypton-86 (Kr-86) dalam ruang hampa, yang tingkat ketelitiannya lebih tinggi dibandingkan dengan batang platina iridum.

Pada tahun 1983, standar meter diubah lagi menjadi satu meter sama dengan jarak yang ditempuh cahaya dalam ruang hampa selama 1/299.792.458 sekon. Terdapat beberapa jenis alat ukur yang digunakan untuk mengukur besaran panjang antara lain sebagai berikut.

A. Penggaris/Mistar

Pada umumnya, mistar menggunakan skala cm atau mm dengan ketelitian 0.1 cm atau 1 mm.

B. Jangka Sorong

Jangka sorong memiliki 2 bagian utama, yaitu bagian rahang luar untuk pengukuran tebal seperti tebal pelat logam, dan bagian rahang dalam digunakan untuk mengukur diameter bagian dalam sebuah benda, misalnya diameter dalam cincin. Ketelitian jangka sorong mencapai 0.1 mm.

Dari gambar ini, terlihat bahwa pada jangka sorong terdapat dua rahang, yaitu rahang tetap dan rahang geser. Rahang tetap mempunyai skala panjang yang disebut skala utama, sedangkan rahang geser mempunyai skala pendek yang disebut skala nonius.

Gambar 2. Jangka sorong

C. Mikrometer Sekrup

Mikrometer sekrup memiliki ketelitian sampai 0.01 mm. Mikrometer sekrup biasanya digunakan untuk mengukur benda-benda yang tipis atau yang kecil, seperti diameter kawat dan tebal kertas. Mikrometer sekrup memiliki dua skala yaitu skala utama dan skala nonius seperti  skala yang terdapat pada jangka sorong