Paru-paru

Di dalam tubuh, makanan (glukosa) diubah menjadi energi melalui proses yang disebut respirasi seluler atau oksidasi biologi. Selain menghasilkan energi, proses ini juga menghasilkan zat sisa yaitu CO2 dan uap air (H2O). Zat sisa tersebut dikeluarkan dari tubuh melalui paru-paru. Karbon dioksida dan uap air dikeluarkan dari sel-sel tubuh dan masuk ke dalam aliran darah menuju jantung kemudian dipompa menuju paru-paru hingga akhirnya sampai pada pembuluh kapiler yang mengelilingi alveolus. Alveolus adalah gelembung-gelembung kecil rongga paru-paru.

Darah yang ada di dalam pembuluh kapiler di sekitar alveolus lebih banyak mengandung karbon dioksida dibandingkan dengan kandungan karbon dioksida di alveolus. Akibatnya, karbon dioksida dalam aliran darah pada pembuluh kapiler akan berdifusi melalui dinding pembuluh kapiler dan dinding alveolus menuju alveolus. Agar karbon dioksida dapat berdifusi, sel-sel pembuluh kapiler ataupun sel-sel dinding alveolus harus dalam keadaan lembap. Akhirnya, karbon dioksida dan uap air dari alveolus dialirkan keluar melalui saluran pernapasan, yaitu bronkus, tenggorokan, hidung, dan keluar dari tubuh manusia.

Gangguan fungsi ekskresi pada paru-paru dapat disebabkan oleh infeksi dan noninfeksi. Gangguan yang disebabkan oleh infeksi antara lain bronkitis, TBC, faringitis, tonsilitas, pneumonia, diapteri, dan asfiksi. Gangguan yang disebabkan oleh noninfeksi, antara lain asma, kanker paru-paru, emfisma, dan rinitis.