1. Peristiwa –Peristiwa Penting yang terjadi di Sekitar Proklamasi

1.1. Peristiwa Rengasdengklok

Pada tanggal 15 Agustus 1945 malam,  para pemuda mengadakan rapat kilat. Keputusan rapat adalah segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 16 Agustus 1945, karena Jepang telah kalah oleh tentara Sekutu. Golongan pemuda mengutus Darwis dan Wikana untuk menemui Bung Karno dan Bung Hatta untuk menyampaikan hasil rapat golongan pemuda. Tetapi Bung Karno dan Bung Hatta menolak permintaan tersebut. Mereka berpendapat bahwa proklamasi kemerdekaan harus benar-benar dipersiapkan dengan matang, tetapi para pemuda menginginkan proklamasi dilakukan sesegera mungkin. Terjadilah ketegangan antara golongan pemuda dan golongan tua.

Gambar 1. Wikana

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, terutama gangguan dari pihak Jepang, maka pada tanggal 16 Agustus 1945 tiga tokoh pemuda terdiri dari : Soekarni, Yusuf Kunto dan Singgih membawa Bung Karno dan Bung Hatta ke Rengasdengklok Jawa Barat.

Di Rengasdengklok, para pemuda mendesak Bung Karno dan Bung Hatta agar segera melaksanakan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Pada sore hari tanggal 16 Agustus 1945, Mr. Ahmad Soebardjo datang untuk menengahi pertentangan antara pemuda dan Bung Karno dan Bung Hatta. Setelah para tokoh mencapai musyawarah, mereka memutuskan untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945.

Sampai di Jakarta, malam itu Bung Karno dan Bung Hatta menemui PPKI dan para tokoh pemuda untuk membicarakan persiapan proklamasi kemerdekaan Indonesia di rumah Laksamana Muda Maeda (kepala perwakilan angkatan laut Jepang) di jalan Imam Bonjol no. 1 Jakarta.  Sekarang gedung ini menjadi Museum Proklamasi.

1.2.            Persiapan Kemerdekaan

Kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 bukanlah hadiah dari Kaum Penjajah, tetapi diraih dengan kerja keras dan perlawanan yang gigih dari para pejuang serta pengorbanan harta dan nyawa.

Perjuangan bangsa Indonesia untuk meraih kemerdekaan mendekati kenyataan ketika kedudukan Jepang di medan perang mulai terdesak oleh pasukan sekutu. Supaya mau membantu, Jepang makin giat mendekati dan merayu bangsa Indonesia. Jepang menjanjikan kemerdekaan Indonesia di kelak kemudian hari. Untuk myakinkan bangsa Indonesia, lagu Indonesia Raya diakui Jepang sebagai lagu Kebangsaan dan Bendera merah Putih diizinkan untuk dikibarkan di samping bendera Jepang.

Untuk lebih meyakinkan lagi Bangsa Indonesia, Jepang membentuk suatu badan yang bernama Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada tanggal 29 April 1945. BPUPKI dibentuk dengan tujuan untuk menyelidiki hal-hal penting yang diperlukan dalam kemerdekaan seperti Dasar Negara dan Undang-undang Dasar. Para pemimpin bangsa Indonesia tidak menyia-nyiakan kesempatan. BPUPKI segera bersidang dipimpin oleh ketuanya, Dr. Rajiman Widyadiningrat.

Dalam Sidang BPUPKI, para pemimpin bangsa kita berhasil menyusun konsep rumusan Pancasila. Setelah mengalami beberapa perubahan, Pancasila ditetapkan sebagai dasar negara Indonesia sampai sekarang. Selain itu, BPUPKI juga berhasil membuat rancangan Undang-undang Dasar dan membentuk Panitia Perencanaan Undang-undang Dasar 1945. Karena tugasnya selesai, pada tanggal 7 Agustus 1945 BPUPKI dibubarkan dan diganti dengan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) Bahasa Jepangnya adalah Dokuritsu Junbi Inka dengan Ir. Soekarno sebagai Ketua dan Drs. Mohamad Hatta sebagai Wakil Ketua.

Sementara itu, kedudukan Jepang makin terdesak setelah Hiroshima dijatuhi bom atom pada 6 Agustus 1945 dan Nagasaki pada 9 Agustus 1945. Jepangpun menyerah pada pasukan sekutu. Walaupun dirahasiakan oleh Jepang, berita tentang menyerahnya Jepang kepada sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945 didengar juga oleh para pejuang Indonesia. Mereka mengikuti perkembangan perang Pasific dengan mendengarkan siaran Radio Luar Negeri secara sembunyi-sembunyi.

Pada tanggal 15 Agustus 1945, Bung Karno, Bung Hatta, dan Dr. Rajiman Widyadiningrat kembali ke tanah air dari Dallat, Vietnam untuk menghadap Marsekal Terauci, Panglima Tertinggi Mandala Selatan. Begitu tiba di tanah air, Ir. Soekarno dan Drs. Mohamad Hatta disambut oleh para pemuda pejuang kita. Bung Karno dan Bung Hatta didesak untuk memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Semula, Ir. Soekarno dan Drs. Mohamad Hatta ingin lebih dahulu merundingkan masalah proklamasi kemerdekaan dan sidang PPKI, tetapi para pemuda tidak sabar menantikan PPKI bersidang dan tetap bersikeras memproklamasikan kemerdekaan Indonesia secepatnya. Tanggal 16 Agustus 1945 Soekarno-Hatta dibawa pemuda ke Rengasdengklok, dekat Karawang, Jawa Barat untuk menyatukan pendapat mereka. Sementara anggota PPKI dan para pemuda berkumpul di ruang depan Ir. Soekarno, Drs. Mohamad Hatta dan Mr. Ahmad Soebardjo masuk ke ruang dalam untuk menyiapkan naskah proklamasi. Dini hari pukul 04.00 tanggal 17 Agustus 1945 naskah proklamasi berhasil disusun. Semua yang hadir sepakat menyetujui isinya. Oleh pemuda Soekarni diusulkan agar naskah tersebut ditandatangani oleh Soekarno-Hatta atas nama bangsa Indonesia. Konsep naskah kemudian diketik oleh Sayuti Melik. Naskah itulah yang kemudian menjadi naskah proklamasi kemerdekaan yang otentik.

1.3.            Pembacaan Teks Proklamasi

Berdasarkan kesepakatan, diputuskan bahwa naskah proklamasi akan dibacakan pada hari itu juga jam 10.00 di kediaman Ir. Soekarno di jalan Pengangsaan Timur (sekarang jalan Proklamasi) no. 56 Jakarta. Kegiatan mempersiapkan detik-detik proklamasi membuat kediaman Ir. Soekarno sibuk, beberapa anggota PPKI dan para pejuang muda dengan penuh semangat bekerja mempersiapkan peralatan upacara proklamasi. Berita mengenai akan dibacakannya proklamasi kemerdekaan Indonesia menyebar dengan cepat. Para tokoh masyarakat dan sekitar seribu orang berbondong-bondong datang. Mereka ingin menjadi saksi peristiwa penting dalam sejarah bangsa Indonesia.

Gambar 2. Soekarno membaca teks Proklamasi

Setelah semuanya siap, tibalah detik-detik paling bersejarah dalam kehidupan bangsa Indonesia. Pada pukul 10.00, setelah menyampaikan pidato pengantar singkat, Ir. Soekarno dan didampingi oleh Drs. Mohamad Hatta membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang berbunyi :

PROKLAMASI

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia. Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara saksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.

Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05

Atas nama bangsa Indonesia

Soekarno-Hatta

Gambar 3. Teks Proklamasi

Setelah pembacaan teks proklamasi, dilakukan pengibaran bendera Merah Putih oleh Suhud dan Latief hendraningrat. Bendera Merah Putih merupakan hasil jahitan tangan Ibu Fatmawati, isteri Ir. Soekarno.

  1. Perumusan Dasar Negara

Untuk mendirikan suatu negara yang kuat diperlukan dasar negara yang kuat. Dasar Negara Indonesia adalah Undang Undang Dasar 1945 dan Pancasila.

Sehari setelah proklamasi, 18 Agustus 1945, PPKI mengadakan sidang pertama yang menghasilkan tiga buah keputusan, yaitu :

  1. Mengesahkan Undang Undang Dasar, selanjutnya disebut Undang-Undang Dasar 1945.
  2. Memilih Ir. Soekarno sebagai Presiden Republik Indonesia dan Drs. Mohamad Hatta sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia.
  3. Untuk sementara Presiden akan dibantu oleh sebuah Komite Nasional.

Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) dibentuk oleh PPKI tanggal 22 Agustus 1945. Anggotanya terdiri dari wakil-wakil rakyat, berfungsi sebagai Dewan Perwakilan Rakyat. KNIP dilantik pada tanggal 29 Agustus 1945, diketuai oleh Mr. Kasman Singodimejo. Pada saat itu juga Presiden Soekarno mendirikan atau membentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR). Tujuan dibentuknya BKR adalah untuk memelihara keamanan dan ketertiban di daerah-daerah Republik Indonesia. Anggota BKR terdiri dari bekas anggota PETA, HEIHO, Barisan Pemuda, Polisi dan sebagainya.

  1. Tokoh-tokoh dalam Peristiwa Proklamasi
    1. Ir. Soekarno, lahir di Blitar tanggal 6 Juni 1901, mendapat gelar insinyur di bidang teknik sipil dari ITB. Beliau menjadi Presiden Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945. Tanggal 29 Agustus mendirikan BKR.
    2. Drs. Moh. Hatta, lahir di Bukit Tinggi Sumatera Barat, tanggal 12 Agustus 1902. Moh. Hatta adalah ahli ekonomi. Beliau mendirikan koperasi dan diangkat sebagai Bapak Koperasi. Belaiu menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia pertama.
    3. Mr. Ahmad Soebardjo, ia terkenal sebagai konseptor anggota Panitia Kecil (Panitia Sembilan) yang berhasil merumuskan Piagam Jakarta dan sebagai anggota PPKI. Beliau juga menjadi konseptor naskah proklamasi, pada kalimat pertama yang berbunyi : “Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia”.
    4. Fatmawati, isteri Presiden Ir. Soekarno lahir di Bengkulu tahun 1923. Wafat tahun 1980, mendampingi Presiden Soekarno dalam kegiatan kenegaraan dan keluarga. Beliau menjahit bendera merah putih yang dikibarkan pada tanggal 17 Agustus 1945.
  2. Penghargaan terhadap Jasa Tokoh-tokoh Kemerdekaan

Penghargaan kepada para tokoh pejuang kemerdeaan sekarang harus dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut :

  • Melanjutkan perjuangan para tokoh dengan rajin belajar.
  • Rajin membantu orang tua di rumah.
  • Disiplin dalam segala tindakan atau pekerjaan.
  • Mendoakan para tokoh kemerdekaan agar diampuni dosa dan kesalahannya.
  • Ikut membersihkan makam para tokoh para pahlawan.
  • Selalu ikut menjaga nama baik para tokoh kemerdekaan dan keluarganya.
  • Meniru atau mencontoh segala sikap perbuatan para tokoh pahlawan kemerdekaan.
  • Melanjutkan cita-cita luhur para tokoh kemerdekaan dalam mengisi kemerdekaan dengan pembangunan di segala bidang.
About these ads